Inilah Waktu Yang Dibutuhkan Packaging Paper Untuk Terurai

Mengembalikan limbah packaging ke alam, lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Dan waktu dekomposisi itu sangatlah penting.

Setiap tahun, miliaran wadah kertas, food packaging atau kotak makanan, dan gelas sekali pakai masuk ke aliran limbah. Banyak yang diberi label dapat terurai secara alami, tetapi pertanyaan sebenarnya adalah: berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar terurai?

Waktu dekomposisi memberi tahu kita lebih banyak daripada logo hijau (degradable) mana pun. Ini mengukur seberapa cepat suatu produk kembali ke bumi sebagai materi organik, tanpa meninggalkan residu plastik atau racun. Bagi merek yang mencoba mengurangi limbah dan memenuhi tujuan keberlanjutan, angka ini telah menjadi indikator penting kinerja lingkungan.

Packaging berbahan dasar kertas telah lama dianggap sebagai alternatif ramah lingkungan untuk plastik, tetapi tidak semua kertas berperilaku sama. Waktu yang dibutuhkan untuk terurai sangat bervariasi tergantung pada komposisi serat, lapisan, ketebalan, dan bahkan kondisi pembuangan.

Kali ini Citramandiri akan melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan berbagai produk kertas untuk terurai dan mengapa menjadi masa pakai tercepat dan terbersih di antara bahan packaging.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Dekomposisi Produk Kertas

1. Komposisi Material

Kertas tanpa lapisan yang terbuat murni dari serat tumbuhan mudah terurai dalam kompos karena mikroba dapat mencapai dan mencerna selulosa. Tetapi ketika kertas dilapisi dengan film plastik, lilin, atau resin, seperti pada banyak gelas dan box sekali pakai penghalang ini memperlambat aktivitas mikroba dan memerangkap kelembapan di dalamnya.

Sementara itu, kardus lebih padat dan berlapis-lapis, artinya membutuhkan lebih banyak waktu dan oksigen untuk terurai. Bahkan perbedaan kecil dalam ikatan serat atau aditif dapat memperpanjang waktu dekomposisi hingga berbulan-bulan.

2. Kondisi Lingkungan

Dekomposisi tidak terjadi dengan kecepatan yang sama di mana-mana. Koran yang dikubur di tumpukan kompos yang lembap mungkin akan hilang dalam waktu satu bulan, tetapi kertas yang sama di tempat pembuangan sampah kering dapat tetap terlihat bertahun-tahun kemudian.

Faktor-faktor meliputi berbagai hal berikut:

Suhu: suhu yang lebih tinggi mempercepat aktivitas mikroba.
Kelembapan: kompos perlu tetap lembap tetapi tidak tergenang air.
Oksigen: penguraian aerobik lebih cepat dan lebih bersih daripada penguraian anaerobik di tempat pembuangan sampah tertutup.
Kehadiran mikroba: kompos yang sehat mengandung jutaan organisme yang memakan serat selulosa.

3. Mengapa Kecepatan Penting

Semakin cepat suatu material terurai, semakin sedikit metana yang dilepaskan dan semakin cepat material tersebut kembali ke siklus karbon alami. Bagi merek, waktu dekomposisi yang lebih singkat juga berarti lebih sedikit limbah yang terlihat dan cerita yang lebih kuat tentang tanggung jawab lingkungan.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Berbagai Jenis Kertas untuk Terurai?

Sumber ilmiah dan industri menawarkan berbagai rentang waktu, karena kondisi bervariasi. Namun, trend umum jelas kertas tipis tanpa lapisan terurai dengan cepat, material berlapis atau dilaminasi membutuhkan waktu lebih lama.

Kertas tisu maupun kertas koran 2–6 minggu terurai sangat cepat dalam kondisi kompos yang lembap.

Kertas kantor ataupun kertas cetak tanpa lapisan 2–5 bulan dengan adanya tinta dan serat sedikit memperlambat aktivitas mikroba.
Kardus (kotak bergelombang) beberapa bulan – 1 tahun, lapisan yang lebih padat membutuhkan lebih banyak waktu dan oksigen, lebih lambat dalam tumpukan kering atau padat.

Kertas berlapis atau dilaminasi (berlilin, berlapis PE, film plastik) beberapa tahun lapisan plastik atau lilin menghalangi mikroba dan memerangkap kelembapan, sehingga memperlambat degradasi.

Angka-angka ini mengasumsikan lingkungan kompos yang hangat dan beraerasi baik. Di tempat pembuangan sampah atau lokasi dengan kadar oksigen rendah, dekomposisi dapat memakan waktu jauh lebih lama. Sekarang, Anda mungkin memperhatikan sesuatu yang menarik: kertas tisu terurai bahkan lebih cepat daripada packaging paper bag. Itu benar, tetapi tisu dan kertas koran bukanlah bahan packaging yang layak.

Mereka kekurangan kekuatan struktural, ketahanan terhadap minyak, dan stabilitas higienis. Anda tidak dapat menggunakannya untuk menyimpan makanan, melindungi barang, atau mengganti nampan plastik. Setelah kita mengecualikan kertas-kertas yang tidak fungsional tersebut, paper dan karton menjadi bahan packaging yang paling cepat terurai yang tersedia.

Mengapa Merek Harus Memperhatikan Waktu Penguraian

Konsumen memperhatikan keberlanjutan, konsumen modern membaca label dengan cermat. Mereka tidak hanya bertanya “Apakah dapat didaur ulang?” tetapi juga “Seberapa cepat kemasan ini akan terurai?”

Penelitian konsumen terbaru menunjukkan bahwa 44% konsumen sekarang mengatakan dampak lingkungan sangat penting atau sangat penting ketika membuat keputusan pembelian, kembali ke tingkat perhatian sebelum Covid-19. Meskipun masih di bawah lima faktor pembelian teratas seperti daya tahan atau harga, perhatian yang diperbarui ini menyoroti bahwa keberlanjutan tetap menjadi pembeda yang kuat bagi merek. Packaging yang cepat terurai membuat produk Anda terasa lebih bersih, lebih aman, dan lebih bertanggung jawab.

Tekanan Regulasi Meningkat

Pemerintah kini memperketat aturan tentang bahan sekali pakai, peraturan kemasan dan limbah kemasan bertujuan agar semua kemasan dapat digunakan kembali atau dapat dikomposkan pada tahun 2030. Target Kemasan Nasional Indonesia menyerukan 100% packaging yang dapat dikomposkan atau didaur ulang. Banyak negara di dunia sekarang mendorong penggunaan bahan yang bersertifikasi dapat dikomposkan dalam layanan makanan.

Dampak Lingkungan dan Kepercayaan Merek

Ketika packaging terurai dalam waktu kurang dari tiga bulan, konsumen dapat melihat perbedaannya secara harfiah. Hilangnya packaging secara visual ini membantu membangun kepercayaan. Hal ini juga menurunkan biaya pengelolaan limbah bagi kafe, katering, dan pengecer yang menerapkan program pengumpulan kompos.

Dari Limbah Menjadi Sumber Daya

Setiap kertas menceritakan sebuah kisah, kertas tisu dan koran cepat terurai tetapi hanya memiliki satu fungsi. Kardus melindungi tetapi bertahan lebih lama di lingkungan. Gelas kertas berlapis terlihat praktis tetapi diam-diam bergantung pada penghalang plastik.

Namun, kemasan kertas (packaging paper) mewujudkan sirkularitas: lahir dari tanaman, digunakan sebagai produk fungsional, dan kemudian dengan aman diintegrasikan kembali ke dalam tanah dalam satu musim.

Memilih bahan-bahan seperti itu bukan hanya keputusan teknis, itu adalah pernyataan merek. Itu mengatakan: kami peduli dengan apa yang terjadi setelah digunakan.

Itulah mengapa packaging paper menonjol, di antara bahan packaging yang benar-benar efektif, bahan kertas terurai paling cepat dan meninggalkan jejak lingkungan yang paling bersih.

Bagi bisnis, ini bukan hanya tentang kepatuhan atau reputasi, ini tentang mengambil bagian dalam siklus yang benar-benar mengembalikan sumber daya ke alam.

Siap Melihat Perbedaannya?

Jika Anda ingin merasakan bagaimana packaging dari Citramandiri bekerja dalam kondisi pengomposan nyata, mintalah sampel gratis ke kantor kami, semua bahan dan material packaging kami 100% memakai bahan yang ramah lingkungan dan mudah terurai.

Kami akan membantu Anda memilih ukuran dan desain yang tepat untuk kebutuhan katering, ritel, atau packaging custom Anda sehingga merek Anda dapat memimpin perubahan menuju packaging yang lebih cepat, lebih bersih, dan benar-benar berkelanjutan.

Baca Selanjutnya