![]()
Di samping banner dan poster, brosur hingga kini masih dianggap sebagai salah satu alat promosi yang efektif bagi para pebisnis. Desain brosur yang sederhana dan praktis dianggap cocok untuk menyampaikan informasi pembuat brosur kepada konsumennya. Belum lagi cara membuat brosur yang cukup mudah dan murah membuatnya jadi alat promosi yang banyak dipilih oleh pelaku bisnis berskala kecil hingga besar. Demi meraih target audience yang diharapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda hendak membuat brosur.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membuat Brosur
Atur komposisi gambar, tulisan dan warna
Ketika merancang sebuah brosur, pastikan bahwa komposisi gambar, tulisan dan warna proporsional serta mampu memenuhi tujuan pembuatan brosur. Penggunaan gambar dapat disesuaikan jumlah dan ukurannya untuk membantu konsumen memahami isi narasi dalam brosur. Terkadang brosur yang memiliki konten gambar lebih banyak jauh lebih menarik daripada brosur yang didominasi oleh tulisan. Demikian juga dengan pilihan warna brosur, sebaiknya hindari warna brosur yang terlalu mencolok karena akan mengganggu pandangan. Konsultasikan dengan bagian pencetakan brosur untuk memperoleh komposisi warna yang ramah konsumen.
Gambar dan tulisan jelas
Pastikan bahwa resolusi gambar yang ada di brosur jelas dan tidak kabur atau terlihat pecah-pecah saat dicetak. Jangan lupa untuk menggunakan jenis font dan ukuran tulisan yang mudah dibaca oleh konsumen. Bila perlu pilih ukuran font yang sesuai dengan target pembaca. Penggunaan jenis font kreatif cocok dipakai untuk brosur untuk acara-acara anak muda seperti brosur festival atau kampanye organisasi pemuda. Sedangkan jenis font yang agak formal lebih cocok digunakan untuk brosur yang bertema bisnis, kesehatan atau pendidikan.
Isi brosur sesuai dengan kebutuhan
Ketika membuat brosur, pastikan bahwa isi dari brosur padat, jelas dan sesuai dengan tema serta tujuan brosur. Karena brosur dibuat untuk menarik perhatian konsumen, maka buat narasi brosur yang menarik dan membuat penasaran. Penggunaan gambar-gambar dimaksudkan untuk mendukung isi brosur. Jangan lupa untuk mencantumkan kontak e-mail, website atau nomor telepon untuk menerima feedback dari konsumen. Setelah ketiga unsur ini dipenuhi, kini saatnyaberalih ke cara membuat brosur menggunakan cara paling mudah yakni Microsoft Word.
Cara Membuat Brosur Menggunakan Microsoft Word 2007
Buka aplikasi Microsoft Word 2007 atau seri Microsoft Word terbaru yang Anda miliki. Pastikan komputer terkoneksi dengan internet karena Anda perlu mengunduh layout brosur yang akan digunakan. Pilih menu tombol Office-New, untuk membuat dokumen baru. Pada tampilan jendela pop up yang muncul, posisikan kursor ke kotak pencarian dan ketikkan “Brochure” untuk mencari layout brosur yang sesuai kebutuhan Anda. Setelah menemukan layout yang sesuai, klik “Download”.
Layout brosur yang Anda unduh nantinya akan terbuka secara otomatis. Anda hanya perlu memodifikasi tampilan brosur tersebut dengan menambahkan gambar, mengganti jenis teks atau mengganti warna latar sesuai dengan kebutuhan Anda. Cara membuat brosur ini jauh lebih mudah dan murah karena layout brosur bisa diunduh secara gratis. Untuk versi Microsoft Word terbaru seperti Microsoft Word 2016, tema brosur sudah termasuk satu paket di dalamnya, jadi tak perlu mengunduh tema baru lagi.
Di samping menggunakan layout yang sudah ada, Anda juga bisa melakukan pengaturan ukuran lainnya seperti ukuran margin maupun orientasi halaman. Karena brosur biasanya bisa dilipat, Anda harus mengatur margin atau jarak batas atas, bawah dan samping. Atur batas tepian yang sempit (narrow margins) setidaknya 3 mm sehingga tersedia cukup ruangan untuk tulisan dan gambar. Sementara untuk layout halaman, ubah ke pengaturan “Landscape” dari menu Page Layout – Orientation.
Apabila Anda memutuskan untuk mencetak brosur sendiri, jangan takut untuk bereksperimen dengan beberapa desain brosur. Sesuaikan ukuran kertas dengan isi brosur serta dana yang Anda miliki. Lebih baik gunakan ukuran brosur yang umum dan hindari ukuran brosur terlalu kecil atau terlalu besar. Apabila menginginkan brosur yang tampak lebih berkelas, Anda bisa mencetak brosur menggunakan kertas yang tebal dan glossy. Tapi, tentu saja kertas seperti ini harganya lebih mahal.
Brosur bisa dicetak dalam warna monokrom atau warna-warna dasar, tapi warna seperti ini justru tampak membosankan dan merusak kesan brosur. Untuk itu, brosur yang mengandung banyak gambar sebaiknya dicetak menggunakan pengaturan warna CMYK yang memiliki jangkauan warna lebih banyak. Cara membuat brosur yang dicetak dalam pengaturan yang kaya warna tentu akan membuatnya tampak lebih menarik daripada brosur monokrom.
Jika anda ingin menggandakan dalam jumlah cetakan banyak dapat menggunakan Jasa Cetak Brosur Citramandiri dari kami. Penawaran terbaik ditunggu dari anda.
Baca Selanjutnya